Sukardi kordinator aksi Persikmania mengharap pihak Pemkot Kediri
khususnya Walikota mau berperan aktif dalam perkembangan Persik agar
bisa tetap berlaga di segala kompetisi di Liga Indonesia. “Kami tidak
ingin Persik bubar kalau sampai Persik bubar Walikota harus mundur,”
ungkap Sukardi dalam orasinya.
"Kalau
Wali Kota mendukung, rakyat juga akan ikut mendukung," kata Khoirul
Anam, perwakilan massa, saat berorasi dalam unjuk rasa itu.
"Wali Kota bisa menginisiasi
pembentukan konsorsium pengusaha atau bahkan urunan rakyat untuk
menggalang dana bagi Persik," imbuh dia.
Mereka meyakini, saat ini masih ada waktu untuk menyelamatkan kesebelasan berjuluk macan putih ini sampai pada RUPS PT.Liga pada 31 Januari yang berlangsung di Bali nanti. Salah satu jalannya dengan tetap mengupayakan penggalangan dana dari beberapa elemen yang berpotensi di Kediri.
Dalam aksi tersebut, para Persikmania ditemui oleh Anang Kurniawan, Staf Ahli bagian Hukum Pemkot Kediri, yang juga Manager Persik Kediri. “Saya harap Persikmania mau duduk bersama dalam masalah Persik yang saat ini dalam keadaan krisis finasial. Dan aspirasi para persikmania akan saya sampaikan pada Walikota,” ungkap Anang disela sela kerumunan para Persikmania yang melakukan aksi.
Aksi tersebut
kemudian mendapat tanggapan dari manajemen Persik yang diwakili oleh
Ketua Umum Persik, Barnadi. Barnadi menyatakan saat ini kemungkinan
keikutsertaan Persik sudah sangat kecil sekali. Yang bisa dilakukan,
lanjut Barnadi, adalah memperjuangkan kepesertaan pada tahun depan.
"Tapi dengan ikut Divisi Utama," imbuh Barnadi.
Setelah beberapa kali mendapat penjelasan dari
manajemen, massa kemudian membubarkan diri dengan mengancam akan
menduduki Pemkot kembali jika tidak ada perubahan mendasar pada Persik.




0 komentar :