Facebook Twitter Google RSS

News Read

#SAVEPERSIK

Kami

Persik Kediri

Gallery

Unik

Senin, 02 Februari 2015

Berlaga diDivisi Utama Tanpa Sosok Oliver Makor

pephee     15.30  No comments
KEDIRI - Suporter Persikmania tak bisa melupakan sosok Oliver Makor saat Persik Kediri masih berkutat di kompetisi Divisi Utama. Berposisi gelandang, Makor menjadi nyawa tim sekaligus pencetak gol terbanyak untuk Macan Putih.

Pemain veteran kelahiran Monrovia, Liberia, 9 Oktober 1973, itu dua musim berkostum Persik Kediri di Divisi Utama yakni 2012 dan 2013. Dia kala itu menjadi sosok yang paling berpengaruh di tim. Mantan pemain Persija Jakarta itu bahkan bisa disebut sebagai aktor utama Persik promosi ke Indonesia Super League (ISL) 2014 dibawah arahan Aris Budi Sulistyo.

Kini, ketika Persik kembali terperosok ke Divisi Utama, tidak akan ada lagi sosok seperti Makor di Stadion Brawijaya. Regulasi tidak membolehkan ada pemain asing di level ini. Ini bisa menjadi pekerjaan berat bagi pelatih Agus Yuwono, apalagi setelah kehilangan banyak pemain.

Secara kuantitas, Persik memang dibanjiri pemain seleksi setelah memutuskan terlibat di Divisi Utama 2015. Tapi secara kualitas, masih diragukan ada 'Makor' baru di Stadion Brawijaya nanti. Apalagi setelah pemain terbaik musim lalu berombongan meninggalkan Kota Tahu.

Asisten Pelatih Persik Kediri Musikan mengakui ada konsekuensi yang dihadapi Persik dengan tak adanya pemain asing di tim. Staf pelatih harus bisa menemukan pemain lokal yang benar-benar bisa memberikan pengaruh besar pada permainan tim, seperti yang pernah dilakukan Oliver Makor.

"Sosok seperti Oliver Makor memang sangat dibutuhkan Persik Kediri. Sayang, sekarang peraturannya sudah berbeda. Tapi Persik tak boleh terpaku pada satu-dua sosok pemain saja. Kami berupaya membentuk kekuatan yang solid secara tim," ujar Musikan yang juga menjadi saksi kehebatan Makor.

Musikan juga tak membantah pilihan yang ada sekarang berbeda dengan sebulan lalu atau sebelum ada keputusan Persik gagal verifikasi. Saat ini ada penurunan kualitas pemain yang mengikuti seleksi, walau peminatnya masih cukup banyak.

Dengan persiapan yang kembali memulai dari awal, pilihan yang dihadapi pelatih adalah pemain muda yang minim pengalaman di kompetisi profesional atau pemain yang belum laku di ISL. Itu menjadi pilihan logis karena rata-rata pemain berkualitas sudah memiliki tim.

"Kalau bicara soal seleksi sebelumnya, tentu ada perbedaan. Tempo hari kami seleksi untuk ISL, sekarang seleksi untuk Divisi Utama. Kami akan coba memilih pemain yang layak sesuai dengan level yang diikuti Persik," sebutnya.

Gagal Main diISL, Persik dapat dana 2M

pephee     15.18  1 comment
PERSIK KEDIRI - Meski batal berlaga di ISL 2015, Persik Kediri tetap menikmati dana komersial kompetisi kasta tertinggi itu. Besarnya mencapai Rp 2 miliar dan disebut dengan istilah parachute payment alias dana terjun bebas. Hal itu karena Persik tidak lolos verifikasi keuangan, sehingga terpaksa dijatuhkan ke kasta kedua atau Divisi Utama.

"Kami ingin mengelola rasa keadilan buat Persik. Sebab, sejatinya klub itu memiliki tiket untuk berlaga di ISL. Jadi Rp 2 miliar ini sebagai bentuk parasut buat mereka untuk modal ke Divisi Utama," kata Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia.

Namun begitu Persik tetap harus menyelesaikan semua tunggakan yang dimiliki selama ini. Baik, saat kompetisi ISL musim lalu maupun musim-musim sebelumnya. Itu karena Divisi Utama 2015 juga akan menerapkan sistem verifikasi keuangan. Dengan begitu klub yang tidak lolos verifikasi keuangan, tetap akan diturunkan ke kasta ketiga alias Piala Nusantara.

Sabtu, 31 Januari 2015

Rekening Peduli Persik Kediri dibuka , untuk yang loyal pada Macan Putih

pephee     11.12  No comments
SAVE PERSIK - Persik kediri ataupun PersikMania telah membuka sebuah rekening Bank dengan tujuan membuka sebuah peluang bagi para suporter maupun insan bola yang peduli dengan keadaan tim ini agar mau menyumbangkan dana seikhlasnya , tindakan tersebut terpaksa diambil dikarenakan dana segar bagi tim ini untuk berlaga di ISL 2015 sudah tak mungkin lagi atau kemungkinannya kecil.

Kini rencananya Persik akan bersiap mencari dana dan memilih berlaga di Divisi Utama 2015 , Manajemen menurutnya sudah tak kurang upaya untuk mendekati sumber dana potensial di Kota Kediri, namun hasilnya tak membuat Macan Putih lolos verifikasi finansial.

Para Pemain pun banyak yang menyayangkan dengan keputusan tersebut , mengingat tahun lalu mereka telah berjuang demi naik kasta ke ISL 2015 dan kini dengan benturan dana , tim harus melupakan berlaga di ajang tertinggi klub Indonesia tersebut , ditambah lagi sebuah ironi , baru saja menjuarai Piala Gubernur Jatim 2015 malah kini harus menerima ujian berat .
PEDULI PERSIK DENGAN NOMOR REKENING BANK DI BAWAH INI :
*BANK MANDIRI ==> 171.00.00721335 (an. Peduli Persik)
*BANK BNI 46 ==> 3893388991 (an. Peduli Persik)
*BANK JATIM ==> 006 301 3005 (an. Peduli Persik)
*BANK BCA ==> 0331847525 (an. Barnadi or Menik W.S)
*BANK BTN ==> 00046.01.50.025689.4 (an. Peduli Persik)


Jika rekening Bank diatas disalah gunakan anda dapat hubungi akun twiiter https://twitter.com/Persik_ID/

Divisi Utama 2015 Rawan Pengaturan Skor

pephee     11.06  No comments
DIVISI UTAMA - Perubahan kebijakan di kompetisi Divisi Utama bukan sekadar perubahan matematis, tapi juga perubahan pola pikir insan sepakbola Indonesia. Kongres tahunan PSSI pada Minggu, 4 Januari 2015, memutuskan pelaksanaan kompetisi Divisi Utama (DU) 2015 diikuti 58 klub yang dibagi ke dalam enam grup. Dengan kebijakan baru, klub yang akan terdegradasi akan lebih banyak karena peringkat enam hingga sembilan atau sepuluh masing-masing grup, akan otomatis tereliminasi.

Peringkat pertama dan kedua masing-masing grup akan lolos ke babak 12 besar. Peringkat ketiga hingga kelima akan bertahan di DU musim depan (2016). Tim yang akan tereliminasi sebanyak 30-an klub. Sementara, peserta DU 2016 dikerucutkan menjadi hanya 36 klub. Kebijakan baru ini berbeda jauh dengan aturan kompetisi DU 2014. Pada DU 2014 yang diikuti 64 klub dan dibagi dalam delapan grup. Peringkat pertama dan kedua dinyatakan lolos ke babak 12 besar. Dua peringkat terbawah dinyatakan terdegradasi ke liga amatir.

Perubahan kebijakan ini bukan sekadar perubahan matematis, tapi juga perubahan pola pikir insan sepakbola Indonesia. Fans suatu klub selalu menginginkan klub kesayangannya memenangkan setiap pertandingan, tapi suatu kompetisi bakal makin menarik apabila hasil pertandingan tidak dapat ditebak hasilnya.

Kebijakan baru ini mengubah aksioma yang telah menjadi pegangan pecinta sepakbola di dunia. Lima dari sepuluh tim otomatis terdegradasi, itu berarti probabilitasnya 50:50. Suatu probabilitas yang mendekati suatu kepastian. Kepastian ini dapat diraih dengan Faktor X agar suatu klub tidak terdegradasi. Maka tak heran, Faktor X yang akan terjadi dapat berupa praktek jual beli pertandingan, pengaturan skor, sepakbola gajah, dan lain-lainnya.

Sebagai ilustrasi, setelah sembilan kali pertandingan atau putaran pertama selesai, kita akan mengetahui siapa lima terbawah dan dapat meramalkan dengan akurasi yang tinggi siapa yang akan terdegradasi di akhir putaran kedua. Dengan demikian, tujuan berkompetisi kehilangan maknanya. Lebih parahnya, probabilitas untuk masuk ke putaran 12 besar jauh di bawah probabilitas degradasi. Dengan demikian, pola pikir yang berkembang adalah bagaimana suatu tim tidak terdegradasi. Berbagai cara persiapan tim dilakukan sebaik mungkin agar mereka tidak terdegradasi, bukan untuk menjadi juara. Alhasil, terjadilah degradasi pola pikir. Kompetisi Divisi Utama rawan pengaturan skor.

Dengan tidak jelasnya tujuan berkompetisi, berdampak seperti yang dikatakan sekjen PSSI merangkap CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, dalam kongres PSSI, 4 Januari. Bahwa kompetisi DU 2014 nilai komersialnya nol, sama sekali tak ada revenue. Akibatnya, PT Liga merugi. Padahal, PT Liga telah mengalokasikan anggaran Rp19 miliar untuk memutar DU. Tapi, bagaimana mungkin sebuah liga profesional, yang diikuti oleh klub-klub professional, nilai komersialnya nol? Jika pun benar nilai komersial nol, tentu karena kompetisi itu tidak menjanjikan bagi sponsor. Mengapa? Karena kompetisi didesain bukan dengan prinsip kompetisi yang fair play, di mana klub bersaing menjadi yang terbaik dan hasil kompetisi adalah random (hasil akhir tidak diketahui hingga akhir kompetisi).

Tentunya tidak mengherankan apabila sponsor tidak mau mengeluarkan dana, dan lebih parahnya klub harus menanggung beban biaya besar berkompetisi padahal hasilnya sudah diketahui pada putaran pertama. Akibatnya, suatu kewajaran apabila DU tidak menghasilkan uang bagi klub maupun liga. Muncul pertanyaan, apakah kebijakan baru ini akan membuat kompetisi DU menjanjikan bagi sponsor? Menurut Joko, dengan peserta kompetisi DU yang ramping akan membuat kompetisi itu lebih kompetitif dan lebih baik. Alasan inilah yang membuat PSSI melahirkan kebijakan baru terkait promosi dan degradasi itu. Kita tentunya sepakat bahwa kompetisi Indonesia Super League (ISL) boleh dikatakan ramping dengan diikuti 18 klub peserta. Oleh karenanya nilai komersialnya tinggi. Sungguh disayangkan fakta berbicara lain. Nilai komersial ISL belum sanggup memberikan bantuan dana yang memadai bagi banyak klub pesertanya guna menanggung gaji pemainnya. Apakah kita yakin Divisi Utama yang ramping dengan kualitas yang lebih rendah dari ISL akan memberikan nilai komersial yang tinggi? Apabila PSSI maupun PT Liga hendak merampingkan peserta kompetisi DU sangatlah mudah tanpa merusak semangat berkompetisi itu sendiri. Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) sudah memberikan solusi berupa lima aspek lisensi klub profesional, yang wajib diterapkan oleh klub profesional di bawah naungan anggota konfederasi.

Perlu diingat, AFC sejak 2008 telah menetapkan agar klub-klub profesional di Asia (termasuk Indonesia) wajib memenuhi lima aspek klub profesional. Dengan demikian, lisensi klub profesional bukanlah hal yang baru bagi klub-klub DU. Hal yang baru adalah apabila klub peserta tidak dapat menebak siapa yang terdegradasi atau yang juara kompetisi DU 2015.
*sumber: www.fourfourtwo.com

Sepak Terjang "CG-10"

pephee     10.56  No comments
PERSIKMANIA - Tentu tidak akan lupa akan sosok pemain yang telah berjasa penuh untuk Persik Kediri. Tepat pada 30 Januari 2015, 6 Tahun Sudah Persik Kediri Kehilangan Cristian Gonzales.

Pada 6 tahun yang lalu tepatnya pada 30 Januari 2009, manajemen Persib Bandung mengumumkan bahwa mereka telah merekrut Cristian Gonzales yang mendapat remisi dari Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Gonzales dikontrak dalam status sebagai pemain pinjaman dari Persik Kediri dan akan digaji 60 juta rupiah per bulan oleh Persib Bandung.

Setelah masa pinjamannya di Persib Bandung dan kontraknya di Persik Kediri habis, Ia langsung dikontrak oleh Persib Bandung sebagai pemain tetap. Di pra musim 2009-10, Ia mencetak gol untuk Persib di Piala Gubernur Jatim.

Cristian Gonzalez dikenal dengan sikapnya yang temparamental. Sejak pertama kali merumput di Indonesia tahun 2003, dia sudah mendapat hukuman dari Komisi Disiplin PSSI sebanyak lima kali karena perilaku kekerasan terhadap lawan dan pelecehan terhadap wasit. Akan tetapi hukumannya hampir tidak pernah dilaksanakan secara efektif karena ketua umum PSSI Nurdin Halid yang terkesan melindunginya. Bahkan untuk kasusnya yang ke-5, Badan Liga Indonesia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa ketika hukuman larangan bermain yang seharusnya 12 bulan dibatalkan oleh Nurdin Halid ketika hukuman baru berjalan 3 bulan.

Hal ini dipertanyakan beberapa pihak, termasuk PSMS Medan yang menyatakan bahwa PSSI telah menghilangkan unsur pembelajaran dan Nurdin Halid sangat pilih kasih dalam memberi ampunan.

Berikut Daftar Kasus Cristian Gonzales :

* Pada putaran kedua Liga Indonesia 2004, Christian Gonzalez memukul pengurus Persita Tangerang di Stadion Benteng. Dia dihukum setahun oleh Komdis PSSI, namun bisa merumput kembali ketika hukuman baru berjalan 6 bulan.

* Pada putaran final Liga Indonesia 2006, Christian Gonzalez menanduk penyerang PSIS Semarang, Emanuel de Porras. Dia dihukum sebanyak tiga pertandingan untuk itu, namun tidak pernah dijalankannya.

* Pada tahun 2007, dia meludahi wasit Hidayat ketika Persik Kediri dijamu Pelita Jaya. Dia dihukum sebanyak tiga pertandingan untuk itu, namun tidak pernah dijalankannya.

* Di babak delapan besar Liga Indonesia 2007, dia berkelahi dengan bek Persija Jakarta, Herman Abanda. Namun lagi-lagi hukuman tiga pertandingan yang didapatkannya tidak pernah dilaksanakan.

* Pada bulan November 2008, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman larangan bermain 1 tahun kepadanya karena memukul bek PSMS Medan, Erwinsyah Hasibuan. Dia mengajukkan banding ke Komisi Banding PSSI, namun bandingnya ditolak, dan Komisi Banding ikut menguatkan sanksi yang diberikan oleh Komisi Disiplin. Akan tetapi pada Februari 2009 dia dinyatakan boleh bermain untuk Persib Bandung setelah Ketua Umum PSSI Nurdin Halid memberikannya pengampunan.

Kamis, 29 Januari 2015

PSBK Tampung Beberapa Pemain Persik

pephee     13.24  No comments
KEDIRI - Para pemain Persik Kediri hijrah ke PSBK Blitar lantaran ketidak jelasan nasib klub pasca-pencoretan PT Liga Indonesia. Pada gelombang pertama pasca pencoretan Macan Putih dari LSI 2015, ada sekitar lima pemain yang eksodus. Kini, gelombang kedua segera menyusul.

Beberapa eks Persik seperti Fatchul Ichya, Dicky Firasat, dan Agus Susanto sebentar lagi segera teken kontrak bersama PSBK Kota Blitar. "Kami butuh pemain pengalaman. Ada beberapa eks Persik yang ingin bergabung. Meski saya tahu kualitasnya, mereka tetap lewat seleksi lebih dulu karena saya ingin tahu kondisi terakhir mereka sebelum teken kontrak dengan PSBK," ujar Kurnia Patmedi, pelatih PSBK.

Kendati harus lewat jalur tes, Dicky Firasat cs. mengaku nyaman saja. "Kami harus patuhi aturan klub. Saya pikir itu wajar dan selalu dilakukan klub-klub profesional. Kami sudah pengalaman keluar masuk tim, jadi hal semacam ini bukan hal baru lagi," kata Fatchul Ichya, kapten tim yang mengantar Persik promosi ke LSI 2014.

Respect...!!! Persikmania Jadi Asa Terakhir Persik

pephee     13.14  No comments
KEDIRI - Persik Kediri sudah kehabisan akal untuk mendapatkan dana segar dalam jumlah besar. Langkah terakhir untuk mempertahankan tim agar tetap eksis di kompetisi adalah meminta “sedekah” dari supporter Persikmania dan pihak yang peduli. Persikmania bahu membahu mengumpulkan sumbangan dari para suporter fanatik persik. Sebab harapan pada PT Gudang Garam dan Pemerintah Kota Kediri belum mendapatkan sebuah kepastian tersedianya dana yang nyata secara nominal.
Manajer Persik, Anang Kurniawan mengakui peran suporter sangat vital dalam kondisi seperti ini.
"Tampaknya itu solusi yang bisa direalisasikan. Manajemen bisa bekerjasama dengan pihak bank untuk membuat rekening khusus agar Persikmania dan pihak-pihak yang peduli Persik bisa menyumbang. Kalau Persikmania setuju, konsep itu akan dijalankan," sebut Anang Kurniawan.

"Divisi Utama butuh sekitar Rp4-5 miliar, saya yakin bisa tertutup kalau supporter mendukung penuh," tambahnya.

Namun konsep “sedekah” supporter tersebut masih menyisakan keraguan bagi beberapa kalangan. Terutama soal pengawasan aliran dana yang nantinya terkumpul. "Yang rawan masalah adalah penggunaan dana dan pertanggungjawabannya'" ucap Yusuf Edi, Persikmania Gringging.

"Persikmania sudah bayar tiket ketika menonton di Stadion Brawijaya, kemudian masih membayar patungan. Kasihan kalau kemudian pengelolaannya asal-asalan. Kalau memang sudah siap mengelola sistem tersebut secara profesional, sebenarnya bagus juga," tambah dia.

Jika hanya dipersiapkan secara instan, Yusuf khawatir risikonya justru lebih besar lagi karena menyangkut banyak orang. "Sekarang saja banyak yang gak percaya ke manajemen. Apakah ada jaminan dana yang terkumpul nantinya tak diselewengkan?" katanya berlogika.

Tentang Kami

www.infobolakediri.com adalah Site resmi yang di kelola oleh sebuah komunitas pecinta persik kediri, yaitu bernama "Gerakan Cinta persik" atau biasa di sebut GCP, Komunitas GCP berdiri pada tanggal 11 April 2010 yang di tahun pertamanya di ketuai oleh Ahmad Taufik, Tahun kedua di ketuai oleh Rama Indra, dan yang saat ini adalah Yulianto Bowo, Semboyan dari komunitas ini adalah "Totalitas Tanpa Batas" Dalam arti total dalam mendukung Tim kebanggaanya Persik Kediri.
© 2014 Info Bola Kediri, All Rights Reserved
Responsive Template by Bloggertheme9 Proudly Powered by Blogger.