KEDIRI - Persik
Kediri sudah kehabisan akal untuk mendapatkan dana segar dalam
jumlah besar. Langkah terakhir untuk mempertahankan tim agar tetap
eksis di kompetisi adalah meminta “sedekah” dari supporter Persikmania
dan pihak yang peduli. Persikmania bahu membahu mengumpulkan sumbangan dari para suporter fanatik persik. Sebab harapan pada PT
Gudang Garam dan Pemerintah Kota Kediri belum mendapatkan sebuah
kepastian tersedianya dana yang nyata secara nominal.
Manajer Persik, Anang Kurniawan mengakui peran suporter sangat vital
dalam kondisi seperti ini.
"Tampaknya itu
solusi yang bisa direalisasikan. Manajemen bisa bekerjasama dengan pihak
bank untuk membuat rekening khusus agar Persikmania dan pihak-pihak
yang peduli Persik bisa menyumbang. Kalau Persikmania setuju, konsep itu
akan dijalankan," sebut Anang Kurniawan.
"Divisi Utama butuh
sekitar Rp4-5 miliar, saya yakin bisa tertutup kalau supporter mendukung
penuh," tambahnya.
Namun konsep “sedekah” supporter tersebut masih menyisakan
keraguan bagi beberapa kalangan. Terutama soal pengawasan aliran dana
yang nantinya terkumpul. "Yang rawan masalah adalah penggunaan dana dan
pertanggungjawabannya'" ucap Yusuf Edi, Persikmania Gringging.
"Persikmania sudah bayar tiket ketika menonton di Stadion Brawijaya,
kemudian masih membayar patungan. Kasihan kalau kemudian pengelolaannya
asal-asalan. Kalau memang sudah siap mengelola sistem tersebut secara
profesional, sebenarnya bagus juga," tambah dia.
Jika hanya
dipersiapkan secara instan, Yusuf khawatir risikonya justru lebih besar
lagi karena menyangkut banyak orang. "Sekarang saja banyak yang gak
percaya ke manajemen. Apakah ada jaminan dana yang terkumpul nantinya
tak diselewengkan?" katanya berlogika.




0 komentar :