PERSIK KEDIRI - Meski batal berlaga di ISL 2015, Persik
Kediri tetap menikmati dana komersial kompetisi
kasta tertinggi itu. Besarnya mencapai Rp 2 miliar dan disebut dengan
istilah parachute payment alias dana terjun bebas. Hal itu karena Persik
tidak lolos verifikasi keuangan, sehingga terpaksa
dijatuhkan ke kasta kedua atau Divisi Utama.
"Kami ingin
mengelola rasa keadilan buat Persik. Sebab, sejatinya
klub itu memiliki tiket untuk berlaga di ISL. Jadi Rp 2 miliar ini
sebagai bentuk parasut buat mereka untuk modal ke Divisi Utama," kata
Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia.
Namun begitu Persik tetap harus menyelesaikan semua tunggakan yang dimiliki selama
ini. Baik, saat kompetisi ISL musim lalu maupun musim-musim sebelumnya.
Itu karena Divisi Utama 2015 juga akan menerapkan sistem verifikasi
keuangan. Dengan begitu klub yang tidak lolos verifikasi keuangan, tetap
akan diturunkan ke kasta ketiga alias Piala Nusantara.





kami menyediakan info prediksi bola yang uptodate
BalasHapushttp://statistikteam.blogspot.com/2015/05/prediksi-lazio-vs-as-roma-untuk-tanggal.html